Sabtu, 20 Februari 2016

PPKN BAB 1

PPKN
BAB 1.Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa.
A.Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
a)      Masa Orde Lama
Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk penerapan Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan.Terdapat penerapan Pancasila yang berbeda,yaitu periode 1945-1950,periode 1950-1959 dan periode 1959-1966.
a.       Periode 1945-1950
Pada periode ini,penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup menghadapi berbagai masalah.Juga pada masa ini terdapat upaya pemberontakan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
1)      Pemberontakan Partai Komunis Indonesia(PKI) di Madiun pada tanggal 18 september 1948.Pemberontakan ini dipimpin oleh Muso,dengan tujuan untuk mendirikan negara yang berideologi komunis.
2)      Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo dengan tujuan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan syari’at islam.Pemberontakan ini ditandai dengan didirikannya Negara Islam Indonesia(NII) pada tanggal 17 Agustus 1949.

b.      Periode 1950-1959
Pada periode ini dasar negara tetap Pancasila,akan tetapi dalam penerapnnya lebih diarahkan pada teknologi liberalisme.Hal tersebut dapat dilihat dalam penerapan sila ke-4 yang tidak lagi berjiwakan musyawarah mufakat,melainkan voting.
Pada periode in persatuan dan kesatuan mendapat tantangan yang berat dengan munculnya pemberontak Republik Maluku Selatan(RMS),Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia(PRRI), dan Perjuangan Rakyat Semesta(PERMESTA) yang ingin melepaksan diri dari NKRI.
c.       Periode 1959-1966
Periode ini dikenal dengan periode demokrasi terpimpin.Demokrasi dimaknai bukan berada pada kekuasaan rakyat sehingga yang memimpin adalah nilai-nilai Pancasila tetapi berada pada kekuasaan pribadi Presiden Soekarno.Terjadilah berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila dalam konstitusi.Akubatnya,Soekarno menjadi otoriter,diangkat menjadi presiden seumur hidup serta menggabungkan Nasionalis,Agama,dan Komunis(NASAKOM),yang ternyata tidak cocok bagi NKRI.
Pada periode ini terjadi Pemberontakan PKI pada tanggal 1965 yang dipimpin oleh D.N Aidit.Dengan tujuan membangun kembali Negara Soviet di Indonesia serta mengganti Pancasila dalam paham komunis.
b)      Masa Orde Baru
Era dalam pemerintahan dimulai setelah melalui masa transisi yang singkat yaitu antara tahun1966-1968,ketika Jendral Soeharto dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia.Era yang kemudian dikenal sebagai era Orde Baru menetapkan konsep Demokrasi Pancasila.Visi utama orde ini adalah melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen terhadap setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Dengan visi tersebut,Orde Baru memberikan secerah harapan bagi rakyat Indonesia.Presiden Soeharto dipandang sebagai tokoh utam Orde Baru dipandang rakyat sebagai sosok manusia yang berhasil membubarkan PKI,juga menciptakan stabilitas keamanan negeri ini pasca pemberontakan PKI dalam waktu yang relatif singkat.
Dalam perjalanan politik pemerintahan Orde Bar,kekuasaan Presiden merupakan pusat dari seluruh proses politik di Indonesia.Lembaga kepresidenan berupa suprastrutur maupun infrastruktur.Selain itu,Presiden Soeharto juga mempunyai sejumlah legalitas yang tidak dimiliki oleh siapapun seperti Pengemban Supersemar,Mandataris MPR,Bapak Pembangunan,dan Panglima tertinggi ABRI.
c)       Masa Reformasi
Penerapan Pancasila tidak dihadapkan oleh pemberontakan melainkan dihadapkan kondisi masyarakat yang ingin hidup serba bebas.Tantangan lainpada masa ini juga adalah menurunyya rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama warga hal ini ditunjukkan dengan munculnya konflik di beberapa daerah.

B.Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
1.       Hakikat Ideologi Terbuka
Artinya,ideologi tersebut bersifat terbuka dengan senantiasa mendorong terjadinya perkembangan-perkembangan pemikiran baru tentang ideologi tersebut tanpa harus kehilangan jati dirinya.
Ciri khasnya adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar,melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup
Ideologi Terbuka
Ideologi Tertutup
Dasar pembentukannya hasil dari musyawarah.
Dasar pembentukannya adalah keyakinan ideologis satu kelompok orang.
Dibutuhkan seluruh masyarakat
Hanya dibutuhkan oleh para penguasa
Isinya tidak berifat operasional
Isinya terdiri dari tuntutan-tuntutan kokret
Senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi
Tertutup dengan pemikiran-pemikiran baru

2.       Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Ideologi Pancasila bersifat aktual,dinamis,antipasif dan senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
                Keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai-nilai berikut:
1)      Nilai dasar:yaitu hakikat kelima sila pancasila.
2)      Nilai instrumental:yaitu penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.
3)      Nilai praksis:yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi terbuka secara struktural memiliki tiga dimensi:
a)      Dimensi Idealisme
Dimensi ini menekankan bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang sistematis,rasional dan menyeluruh.
b)      Dimensi Normatif
Dimensi ini mengandung pengertian bahwa nilai-nilai yang tekandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma.
c)       Dimensi Realitas
Dimensi ini mengandung makna bahwa suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas kehidupan yang berkembang dalam masyarakat.

Berdasarkan dimensi yang dimiliki Pancasila sebagai ideologi terbuka,maka ideologi terbuka memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
a)      Tidak bersifat utopis.
b)      Bukan merupakan suatu doktrin yang bersifat tertutup
c)       Bukan merupakan suatu ideologi yang pragmatis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar